Kebun Pangan PerempuanTitik temu bersamaOur meeting point
E-book

Pedoman Umum · Kebun Pangan Perempuan (KPP)General Guideline · Women's Food Gardens (KPP)

Kebun Pangan PerempuanWomen's Food Gardens

Makan yang kita tanam, tanam yang kita makan.We eat what we grow, we grow what we eat. Perempuan menanam, perempuan menentukan.Women plant, women decide.

Situs ini titik temu kita. Pedoman, cerita lapangan, dan masukan dari siapa pun yang ikut menanam, dalam satu tempat.This site is where we meet. The guideline, field stories, and feedback from everyone who plants with us, in one place.Belajar membuat kebun pangan bersama.

“Kebun adalah ruang di mana pemberdayaan dilakukan. Perempuan berdaya adalah tujuan, dan kemandirian serta keberlanjutan merupakan hasil akhirnya.”

“The garden is the space where empowerment happens. Empowered women are the goal, and independence and sustainability are the end result.”

Bab II, 2.1 Konsep Pemberdayaan Perempuan sebagai Kerangka Utama KPPChapter II, 2.1 (working translation)
Perempuan membawa keranjang sayur di tengah kebun desa dengan ternak, kolam, dan kios
KPP sebagai suatu ekosistem: perempuan berdaya, keluarga sehat, komunitas tangguh, ekonomi lokal tumbuh, alam lestari.KPP as an ecosystem: empowered women, healthy families, resilient communities, growing local economies, thriving nature.
10sistem kehidupan pendukung KPPlife systems supporting KPP2.2
10prinsip pemberdayaan perempuanwomen's empowerment principles2.4
4dimensi keberhasilan: Akses, Partisipasi, Kontrol, Manfaat (APKM)dimensions of success: Access, Participation, Control, Benefit (APKM)2.5
5zona kebun untuk 4 pilar nutrisigarden zones for 4 nutrition pillars3.3.2
4tahap eskalasi kebun, dipantau 3 pita KMSgrowth stages, tracked by 3 KMS bands3.5
5klaster konvergensi dukunganconvergence support clusters4.1
17kementerian/lembaga dengan peran tertulisministries and agencies with written roles4.2
3masa ketahanan: sebelum, saat, dan setelah bencanaresilience phases: before, during, after disasterBab V
9prinsip dan 9 sumber pendanaanfunding principles and 9 sources6.2, 6.3
4lapis pendanaan, dari dasar hingga mandirifunding layers, from basic to self-reliant6.5

Cara membacaHow to read

Tiga jalur, satu kebunThree paths, one garden

Tidak semua orang perlu membaca semuanya sekaligus. Pilih jalur yang paling sesuai dengan peran Anda, lalu turun ke lapis berikutnya kapan pun dibutuhkan.Not everyone needs to read everything at once. Pick the path that fits your role, then go one layer deeper whenever you need to.Pilih yang paling cocok dengan Anda.

Cerita · Perjalanan · KontributorStories · Journeys · Contributors

Dari tiap kebun, satu ceritaFrom every garden, a story

Kelompok, kader, dan pendamping menulis dari lokusnya. Cerita dari kanal lain dikumpulkan di sini dengan tautan ke sumber aslinya.Groups, cadres and facilitators write from their sites. Stories from other channels are gathered here with links to the original source.Punya cerita dari kebun? Kirim ke sini, supaya kelompok lain bisa ikut belajar.

10kebun pangan perempuanwomen's food gardens
7kabupaten di Floresregencies in Flores
130+perempuan terlibatwomen involved
648,65 hahutan sosial dikelola kelompok perempuanof social forestry managed by women's groups

Sumber: laporan program Kebun Mama; ANTARA, 7 Mei 2026 (SK Perhutanan Sosial).Sources: Kebun Mama programme report; ANTARA, 7 May 2026 (social forestry permits).

Bagaimana cerita terbitHow a story gets published

KirimSendTulisan, foto, atau rekaman suara dari lokus. Lewat formulir masukan atau pendamping.Writing, photos or voice recordings from a site, via the feedback form or a facilitator.
DitinjauReviewedSekretariat memeriksa izin dan privasi. Foto anak hanya terbit dengan izin orang tua dan tanpa nama.The secretariat checks consent and privacy. Photos of children appear only with parental consent and without names.
TerbitPublishedMuncul di sini dan bisa ditautkan ke titik lokusnya di peta KPP.It appears here and can be linked to its site on the KPP map.
1

Lapis 1 · Kelompok perempuan dan kaderLayer 1 · Women's groups and cadres

Pedoman dalam satu halamanThe guideline on one pageIsi pedoman, singkat saja

Tujuh bab, masing-masing satu kalimat. Ketuk satu bab untuk membukanya sebagai halaman buku.Seven chapters, one sentence each. Tap a chapter to open it as a book page.Ada tujuh bagian. Ketuk satu untuk membaca intinya.

Model 5 Zona · 4 Pilar Nutrisi5-Zone Model · 4 Nutrition PillarsKebun dibagi 5 bagian

Luas lahan dan jenis tanaman dihitung mundur dari target Angka Kecukupan Gizi (AKG), lalu ditata dalam lima zona. Monokultur sangat tidak dianjurkan.Land size and crops are worked backwards from Recommended Dietary Allowance (AKG) targets, then laid out in five zones. Monoculture is strongly discouraged.Jangan tanam satu jenis saja. Mulai dari kebutuhan gizi keluarga, lalu bagi kebun jadi lima bagian supaya makanan keluarga lengkap.

Ilustrasi kebun dengan bedengan sayur, pangan pokok, pohon buah, kandang ternak kecil, dan fasilitas kompos

    Ilustrasi contoh, bukan denah baku. Letak dan luas tiap zona menyesuaikan tipologi lanskap desa (3.3.1).Example illustration, not a fixed plan. Each zone's position and size follows the village landscape type (3.3.1).

    Kebun ramah perempuanThe women-friendly gardenKebun jangan bikin capek

    Mengadaptasi filosofi Lazy Garden: biarkan proses alam bekerja sendiri, supaya kebun tidak menguras tenaga perempuan dan tidak mengurangi waktu pengasuhan.Adapted from the Lazy Garden idea: let natural processes do the work, so the garden doesn't drain women's energy or eat into time for care.Kebun harus meringankan ibu, bukan menambah beban. Biarkan alam ikut bekerja, supaya masih ada waktu untuk anak dan keluarga.

    Ilustrasi kebun dengan tandon air, bedengan tinggi, rumah kompos, dan rak penyimpanan hasil panen
      “Kenaikan produksi tidak dapat diperlakukan sebagai keberhasilan pemberdayaan apabila dicapai melalui penambahan beban perempuan yang tidak diakui atau tidak disepakati.”“Higher production cannot be treated as empowerment if it comes from extra work for women that is unacknowledged or not agreed.”3.4

      Lembar refleksi, isi di ponselReflection sheets, fill in on your phoneIsi lembar ini bersama kelompok

      Tidak ada jawaban benar atau salah. Isian tersimpan hanya di perangkat ini. Ulangi tiap tiga bulan lalu bandingkan.There are no right or wrong answers. Your answers stay on this device only. Repeat every three months and compare.Tidak ada jawaban yang salah. Jawaban hanya tersimpan di HP ini. Isi lagi tiga bulan lagi, lalu bandingkan.

      1 · Empat pertanyaan kunci APKM1 · The four APKM questions

      Akses berarti boleh memakai. Kontrol berarti ikut menentukan.Access means being allowed to use. Control means having a say. 2.5

      Pertanyaan kunciKey questionJawabanAnswerContohnyaFor example

      2 · Beban kerja dan ruang aman2 · Workload and safe space

      3 · Tiga langkah kami dalam tiga bulan ke depan3 · Our three steps for the next three months

      “Alam yang terjaga membantu menyediakan pangan; pangan yang tersedia membantu keluarga bertahan; kelompok membantu menggerakkan sumber daya; dan perempuan menjadi aktor penting yang menghubungkan pengelolaan sumber daya dengan kehidupan keluarga dan komunitas.” “Nature that is cared for helps provide food; food that is available helps families endure; groups help mobilise resources; and women are key actors linking resource management with family and community life.” Bab V, 5.6 KPP dalam Siklus Ketahanan MasyarakatChapter V, 5.6 (working translation)
      2

      Lapis 2 · Desa dan pendampingLayer 2 · Villages and facilitators

      Dari lanskap ke kebun yang mandiriFrom landscape to a self-reliant gardenLangkah untuk desa

      Mulai dari asesmen lanskapStart with a landscape assessmentLihat dulu keadaan alam desa

      Tidak ada penyeragaman model KPP secara nasional. Sebelum KPP dibangun, pemerintah desa memetakan wilayahnya menurut tipologi lanskap ekologis. Memaksa melawan kondisi alam hanya menambah beban fisik perempuan.There is no single national KPP model. Before a garden is built, the village maps its area by ecological landscape type. Fighting the natural conditions only adds to women's physical burden.Setiap desa berbeda. Sebelum membuat kebun, lihat dulu: ada air atau tidak, tanahnya seperti apa, tempatnya di mana. Jangan memaksa melawan alam, karena ibu-ibu yang jadi capek. 3.3.1

      Desa PertanianFarming village Kawasan HutanForest area PesisirCoastal PerkotaanUrban GambutPeatland Kawasan KonservasiConservation area PascatambangPost-mining Wilayah AdatCustomary territory
      Kebun bersama di desa dengan rumah panggung dan kandang ayam
      Lahan terbuka di desa: bedengan dan kandang bisa berdampingan.Open village land: beds and coops can sit side by side.
      Kebun vertikal di gang permukiman padat
      Permukiman padat: dinding dan rak menggantikan hamparan.Dense neighbourhoods: walls and racks stand in for open ground.

      Empat tahap, dua sisi: kebun dan pendanaanFour stages, two sides: garden and fundingKebun tumbuh dalam 4 tahap

      Kebun tumbuh berdasarkan capaian, bukan jadwal. Tiap tahap eskalasi (3.5.1) berpasangan dengan satu lapis pendanaan (6.5).Gardens grow by milestones, not by calendar. Each growth stage (3.5.1) pairs with one funding layer (6.5).Naik tahap kalau kebun sudah kuat, bukan karena sudah waktunya.

      KMS Kebun PanganThe Garden KMS cardKartu sehat kebun

      Diadaptasi dari Kartu Menuju Sehat di Posyandu. Kelompok memantau ketersediaan pangan kebun dalam tiga pita.Adapted from the Posyandu child growth card. The group tracks how much food the garden provides across three bands.Seperti KMS anak di Posyandu, tapi untuk kebun. Ada tiga warna. 3.5.2

      Ilustrasi skematis KMS Kebun: satu kebun turun ke pita merah lalu pulih ke pita hijau PITA HIJAU PITA KUNING PITA MERAH gagal panen: cadangan benih darurat desa aktif waktu (musim tanam) ketersediaan pangan kebun

      Ilustrasi skematis, bukan data.Schematic illustration, not data.

      Pita Hijau · Swasembada optimalGreen band · Optimal self-sufficiencyHijau: kebun sehatKebun konsisten memenuhi kecukupan gizi keluarga sasaran dan kelompok menghasilkan surplus.The garden consistently meets target families' nutrition needs and the group produces a surplus.Kebun cukup untuk makan keluarga, bahkan ada sisa.

      Pita Kuning · WaspadaYellow band · WatchKuning: hati-hatiProduksi turun. Kelompok dan fasilitator segera mengevaluasi, misalnya air atau rotasi benih.Production drops. The group and facilitator review right away, such as water or seed rotation.Panen berkurang. Periksa bersama pendamping: airnya cukup? benihnya perlu diganti?

      Pita Merah · KritisRed band · CriticalMerah: perlu bantuanGagal panen. Cadangan benih darurat dari desa diaktifkan untuk memulihkan kebun.Crop failure. The village emergency seed reserve is activated to restore the garden.Gagal panen. Desa membantu dengan benih cadangan.

      Aturan naik tahapRule for moving upKelompok hanya direkomendasikan menambah luasan bila KMS Kebun stabil di Pita Hijau selama satu musim tanam, dibaca bersama APKM dan beban kerja.A group is only advised to expand when its Garden KMS stays in the green band for one full planting season, read together with APKM and workload.Kebun boleh diperluas kalau sudah hijau terus selama satu musim tanam, dan ibu-ibu tidak jadi terlalu capek.

      Alur rencana aksiThe action-plan flowCara membuat rencana bersama

      Satu rencana aksi, banyak dukungan. Urutannya seperti ini.One action plan, many contributors. This is the order. Bab VII

      1. Kebutuhan dan potensi perempuan dipetakan secara partisipatif.Women's needs and potential are mapped together with them.
      2. Kelompok menentukan prioritas.The group sets priorities.
      3. Para pihak menyepakati satu rencana aksi.All parties agree on one action plan.
      4. Dukungan, anggaran, penanggung jawab, jadwal, dan indikator dicatat.Support, budget, owners, schedule and indicators are written down.
      5. Pelaksanaan dipantau secara berjenjang.Implementation is monitored level by level.
      6. Hasil evaluasi dipakai untuk perbaikan.Evaluation results feed improvements.
      Menunggu bahan:Awaiting material: contoh rencana aksi yang terisi belum ada di Pedoman v17. Tempatnya di sini begitu ada contoh dari satu lokus yang sudah disetujui kelompoknya.a filled-in sample action plan is not in Guideline v17 yet. It goes here once a site's group has approved one for sharing.
      Satu tujuan · Satu rencana aksi · Banyak pihak · Satu hasil: perempuan berdaya, pangan tersedia, keluarga sejahtera, komunitas tangguh. One goal · One action plan · Many parties · One result: empowered women, food on the table, thriving families, resilient communities. 4.9
      3

      Lapis 3 · Kementerian, daerah, dan mitraLayer 3 · Ministries, local governments and partners

      Satu rencana aksi, banyak kontributorOne action plan, many contributorsUntuk pemerintah dan mitra

      Tidak perlu program baru. Yang diperlukan adalah menghubungkan program dan sumber daya yang sudah tersedia.No new programme is needed. What's needed is connecting the programmes and resources that already exist.Ingin membantu kebun di desa? Ceritakan apa yang bisa Anda berikan. Rincian lengkap untuk lembaga ada di tombol di bawah, atau di e-book.

      Lima klaster konvergensiFive convergence clusters

      KemenPPPA memimpin aspek pemberdayaan perempuan, gender, dan perlindungan.KemenPPPA leads on women's empowerment, gender and protection. 4.1

      Matriks “siapa melakukan apa”The “who does what” matrix

      Setiap pihak punya peran masing-masing. Saring per kelompok atau cari nama lembaga.Every party has its own role. Filter by group or search for an institution. 4.10, Tabel 2

      AktorActorFungsi utamaMain functionMelakukan apa dalam KPPWhat it does in KPP

      Pengelompokan Tapak, Pusat, Daerah, dan Mitra dibuat untuk penyaring situs ini, bukan dari pedoman.The Site, National, Regional and Partner grouping is a filter for this site, not part of the guideline.

      Skema pendanaan berlapisLayered funding

      Dukungan awal harus menjadi modal pengungkit, bukan sumber ketergantungan. Ukuran berhasilnya bukan besar serapan anggaran, melainkan kemampuan dan kontrol perempuan yang tumbuh.Early support should be leverage, not a source of dependency. Success is not measured by budget absorbed but by the capability and control women gain. 6.5, 6.10

      Kontribusi tidak selalu uangContributions aren't always money 6.4, Tabel 3

      Saya bisa menyumbang apa?What can I contribute?

      Ceritakan apa yang bisa lembaga Anda berikan. Sekretariat mencocokkannya dengan rencana aksi lokus yang membutuhkan.Tell us what your institution can offer. The secretariat matches it with site action plans that need it.

      Bentuk kontribusi (boleh lebih dari satu)Type of contribution (pick any)
      Cocok untuk tahap (tidak wajib)Fits which stage (optional)

      Lembar refleksi pendukungSupporter reflection sheet

      Isi per lembaga, lalu bahas bersama kelompok perempuan. Ulangi sekurang-kurangnya tiap enam bulan.Fill in per institution, then discuss it with the women's group. Repeat at least every six months.

      Sudahkah kami melakukannya?Have we done this?

      Masukan · KontributorFeedback · Contributors

      Pedoman ini tumbuh dari lapanganThis guideline grows from the fieldAda yang tidak jelas? Tanya saja

      Ada kalimat yang sulit dipahami? Ada yang tidak cocok dengan keadaan di desa Anda? Tulis di sini. Setiap masukan dibaca, dan yang dipakai dicatat di revisi berikutnya.Is a sentence hard to follow? Does something not fit your village? Write it here. Every note is read, and those we use are credited in the next revision.Tulis pakai bahasa sehari-hari. Semua pesan dibaca.

      Perempuan berbagai usia duduk di tikar membahas peta
      PenasihatAdvisors
      • Veronica Tan
      Tata letakLayout
      • Renold Sutadi
      PengarahSteering
      • Alamsyah Saragih
      • Amurwani Dwi Lestariningsih
      • Cashtry Meher
      • Lenny Nurharyanti Rosalin
      • Monica Tanuhandaru
      • Noer Fauzi Rachman
      Tim penulisWriting team
      • Andi Muhammad Jufri
      • Erika Widyaningsih
      • Nurul Firmansyah
      • Renold Sutadi
      • Viringga Prasetyaji Kusuma
      • Yasir Sani
      • Yunita Anggraeni
      Jenis kirimanWhat are you sending

      Lebih dari sebuah situsMore than a website

      Satu titik temu, banyak cara belajarOne meeting point, many ways to learn

      Pengetahuan bisa pindah lewat bacaan, suara, lembar kerja, dan peta. Semuanya bermuara di sini.Knowledge travels through reading, listening, worksheets and maps. They all lead back here.

      Tautan terkaitRelated links

      Biar tidak bingungSo nobody gets lost

      Daftar singkatan dan istilahAbbreviations and terms

      Kata bergaris titik-titik di situs ini bisa diketuk untuk melihat artinya. Semua artinya juga ada di sini, diambil dari Pedoman Umum KPP.Words with a dotted underline can be tapped to see what they mean. All of them are listed here too, taken from the KPP General Guideline.

      Sumber: Pedoman Umum KPP v17, Daftar singkatan (hlm. 69) dan Daftar istilah (hlm. 68). Beberapa singkatan umum (Dinkes, Dinsos, HP, UU PDP, Posyandu) ditambahkan untuk situs ini.Source: KPP General Guideline v17, list of abbreviations (p. 69) and glossary (p. 68). A few common abbreviations (Dinkes, Dinsos, HP, UU PDP, Posyandu) were added for this site.